Tiga Hal yang Harus Dilakukan oleh Seorang Muslim agar Dirinya Beruntung – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Tiga Hal yang Harus Dilakukan oleh Seorang Muslim agar Dirinya Beruntung – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Tiga Hal yang Harus Dilakukan oleh Seorang Muslim agar Dirinya Beruntung

Di dalam rekaman khutbah jumat ini, Ustadz Badrusalam menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar dirinya beruntung. Tiga hal tercantum di dalam firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihadlah di jalanNya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Maidah [5]: 35)
Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa, ada tiga perkara yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim agar dia bisa tergolong ke dalam orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Tiga perkara tersebut adalah:
1. Bertakwa kepada Allah Ta’ala
2. Mencari jalan yang untuk bisa mendekatkan diri kepadaNya (al-washilah)
3. Berjihad di jalan Allah

Silakan download rekaman khutbah Jumat yang berdurasi sekitar 17 menit ini, dan simak penjelasan dari Ustadz Badrusalam mengenai “Tiga Hal yang Harus Dilakukan oleh Seorang Muslim agar Dirinya Beruntung”. Khutbah jumat ini disampaikan di Masjid Al-Barkah, pada 12 September 2014.

Hakikat Taqwa setelah Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Hakikat Taqwa setelah Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Semestinya setelah seseorang keluar dari bulan Ramadhan, dia mewarisi sebuah warisan dari Ramadhan, yaitu taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan para ulama rahimahumullahu Ta’ala, di antaranya Thalaq bin Habib rahimahullah menjelaskan:
“Taqwa adalah Anda mengerjakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala berharap pahala dari Allah dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala karena takut akan siksa-siksa Allah.”

Download khutbah Jumat, 8 Agustus 2014, “Hakikat Taqwa setelah Ramadhan” oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Memaksimalkan Amal Shaleh di Hari-Hari Terakhir Bulan Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Memaksimalkan Amal Shaleh di Hari-Hari Terakhir Bulan Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Khutbah Jumat yang sangat menarik dengan tema “Memaksimalkan Amal Shaleh di Hari-Hari Terakhir Bulan Ramadhan”, berdurasi sekitar 11 menit, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada tanggal 25 Juli 2014 atau bertepatan dengan 27 Ramadhan 1435 H, live dari Masjid Al-Barkah, komplek Radio Rodja dan RodjaTV. Silakan simak dan download rekaman khutbah Jumatnya, semoga bermanfaat.

Sebab Kekalahan Kaum Muslimin di Zaman Sekarang – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Sebab Kekalahan Kaum Muslimin di Zaman Sekarang – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Saat ini di berbagai macam belahan dunia, di negeri-negeri Islam, kaum muuslimin dibunuh, disiksa, dan diberikan berbagai macam hal yang bisa menghancurkan kehidupan mereka. Di Palestina, tepatnya di Gaza sedang terjadi pembantaian oleh orang-orang Yahudi. Demikian pula di Myanmar, Irak, Suriah, Afrika, dan di berbagai belahan dunia yang mana hal ini membuat hati kita sakit. Dan sebagian dari kita pun bertanya, mengapa hal itu terjadi? Bukankah Allah berjanji untuk membela kaum muslimin? Tapi mengapa pertolongan Allah tak kunjung datang kepada kita? Padahal Allah tidak mungkin memungkiri janji-janiNya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan merealisasikan janji-janjiNya.

Sebuah pertanyaan besar yang sering terlintas di benak kita, apakah ada yang salah dari diri kita? Apakah karena pasukan orang-orang kafir begitu lengkap dengan persenjataannya? Ataukah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah tidak peduli lagi dengan diri kita? Ataukan kesalahan itu karena kesalahan dari kaum muslimin itu sendiri?

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabadikan dua kejadian perang yang terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang pertama yaitu perang Uhud, yang mana saat itu jumlah kaum muslimin jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kaum musyrikin Quraisy. Allah menyebutkan hal ini di dalam firmanNya:
أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَـذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنْفُسِكُمْ
“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. (QS Ali Imran [3]: 165)

Allah menjelaskan dalam ayat tersebut bahwa sebab kekalahan kaum muslimin adalah karena kesalahan kaum muslimin itu sendiri, sebabnya adalah karena mereka tidak mengikuti perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka menyelisihi perintah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Allah pun menimpakan kekalahan kepada mereka saat itu.

Lihatlah……hanya karena kekhilafan mereka terhadap perintah Nabi, saat itu pula Allah menimpakan kekalahan kepada mereka saat itu. Bagaimana sekiranya jika kaum muslimin banyak berbuat syirik? Dan kesyirikan merajalela di tengah kaum muslimin? Praktik bidah menjadi warna ibadah dan maksiat menjadi sesuatu yang lumrah? laa hawla walaa quwwata illa billah…

Persiapan Menyambut Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Persiapan Menyambut Ramadhan – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

# Persiapan Menyambut Ramadhan #

Ummatal Islam, Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah dengan datangnya musim yang mulia ini, bulan yang agung, bulan Ramadhan, bulan yang dilipat gandakan padanya pahala. Bulan yang kaum muslimin padanya berpuasa, bulan yang diturunkan padanya Al-Qur’an, dan berbagai macam rahmat Allah menyapa kita.

Bulan itu, bulan yang penuh dengan ibadah kepada Allah Subhanau wa Ta’ala. Maka sepantasnya kita sebagai seorang muslim untuk menyongsong bulan ini dengan penuh kegembiraan. Karena seorang mukmin dan seorang muslim bergembira ketika ia dapat mentaati RabbNya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS Yunus [10]: 58)

Dan Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَاتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَاتُهُ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ
“Barangsiapa yang merasa bergembira dengan kebaikan (amalan shalehnya), dan merasa susah (sedih) dengan dosa-dosanya, maka itu tandanya ia adalah seorang mukmin.”

Di antara manusia, dengan datangnya bulan Ramadhan ada yang dijadikan hatinya berat untuk melaksanakan ibadah yang mulia ini, hal itu karena di dalam hatinya banyak sekali dosa dan penyakit kemunafikan.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk bisa melaksanakan ibadah di bulan yang mulia, bulan Ramadhan. Dan seomga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang beruntung dengan datangnya bulan Ramadhan ini. Aamiin.

Silakan download rekaman khutbah Jum’at ini, untuk mendapatkan penjelasan selengkapnya mengenai pembahasan “Persiapan Menyambut Ramadhan”, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 27 Juni 2014. Semoga bermanfaat.

Adab dalam Menyampaikan Informasi – Khutbah Jumat (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Adab dalam Menyampaikan Informasi – Khutbah Jumat (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

# Adab dalam Menyampaikan Informasi #

Akhir-akhir ini, banyak sekali di antara kita kaum muslimin, khususnya para penuntut ilmu dan para da’i, yang begitu mudah dalam memberikan dan menyebarkan informasi (yang belum jelas kebenarannya). Tentu saja hal ini akan menimbulkan berbagai kekacauan di dalam masyarakat, khususnya kaum muslimin.

Agama Islam yang mulia ini telah mengatur sedemikian rupa bagaimana adab dalam menyampaikan informasi. Di antara ayat di dalam Al-Qur’an yang mejelaskan tentang adab menyampaikan informasi adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al-Hujarat [49]: 6)

Ayat di atas memberikan tuntunan kepada kita, bagaimana seharusnya sikap seorang muslim ketika menerima informasi. Apa yang harus dilakukannya ketika datang sebuah informasi kepadanya dan bagaimana adab yang benar dalam menyampaikan informasi tersebut. Jika setiap dari kita berpedoman dengan firman Allah di atas, maka niscaya kita tidak akan sembarangan dalam menyampaikan informasi.

Simak penjelasan mengenai hal ini di dalam khutbah jumat yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. pada 20 Juni 2014 di Masjid Al-Barkah, Cileungsi-Bogor. Semoga bermanfaat.

Allah Menjadikan Penguasa sesuai Keadaan Rakyatnya – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Allah Menjadikan Penguasa sesuai Keadaan Rakyatnya – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dahulu, ‘Abdul Malik bin Marwan berkata kepada rakyatnya: “Wahai rakyatku, bersikaplah adil (kepada kami, penguasa kalian)! Kalian menginginkan supaya kami sebagai pemimpin seperti Abu Bakar dan Umar, tapi kalian sendiri kepada kami dan kepada diri kalian sendiri tidak seperti rakyat Abu Bakar dan Umar!” Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada siapa yang Allah kehendaki dari penguasa-penguasa. Kewajiban kita hanyalah meminta kepada Allah, agar Allah tidak menguasakan kepada kita penguasa yang tidak menyayangi rakyatnya. Mari kita download khutbah Jumat ini. (6 Juni 2014)

Pahamilah Hakikat Kehidupan Dunia dengan Benar – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Pahamilah Hakikat Kehidupan Dunia dengan Benar – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Banyak sekali di antara kita yang kurang atau bahkan tidak bisa memahami hakikat kehidupan di dunia ini. Maka dijumpai, begitu banyak orang-orang yang berlomba-lomba dalam mengejar dunia, dan bermegah-megahan di dalamnya. Banyak yang tidak sadar bahwa kematian bisa menjemputnya setiap saat. Jika kematian datang menjemputnya, penyesalanlah yang akan menghantui dirinya. Dia akan menyesal, kenapa ia tidak beramal shaleh selama hidupnya di dunia? Kenapa ia tidak beribadah dengan baik ketika masih hidup? Dan penyesalan-penyesalan yang lainnya. Tentang hakikat kehidupan di dunia ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid [20]: 57)

Ayat tersebut merupakan peringatan bagi kita untuk benar-benar memahami hakikat kita di dunia ini. Simak penjelasan mengenai hal ini di dalam khutbah jumat yang dibawakan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 30 Mei 2014 di Masjid Al-Barkah, Cileungsi-Bogor.

Hal-hal yang Diharamkan bagi Pedagang Muslim – Khutbah Jumat (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Hal-hal yang Diharamkan bagi Pedagang Muslim – Khutbah Jumat (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Di dalam Islam, pekerjaan berdagang dan berniaga memiliki keutamaan yang besar. Di dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pedagang yang amanah, jujur, dan muslim, akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat.” (HR At-Tirmidzi). Namun ada beberapa hal yang harus dijauhi oleh pedagang agar dagangannya tersebut diberkahi. Silakan download dan simak rekaman khutbah Jumat dengan tema “Hal-hal yang Diharamkan bagi Pedagang Muslim”, yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainudin, Lc., 9 Mei 2014 di masjid Al-Barkah.

Halaman 2 dari 3123